Pages

31 Mar 2013

Video Sponsor: Ayo Bantu tiap Anak Selamat Melewati 5 Tahun Pertamanya!

Assalaamu'allaikum.
Sering kita dengar pakar pertumbuhan anak, ahli gizi, para pendidik, dan lain-lain sumber terpecaya mengatakan bahwa masa awal pertumbuhan anak sangat penting untuk menentukan kualitas kesehatan dan intelektualitasnya. Dus, itu artinya, sangat signifikan dalam menentukan pembentukan karakter dan kesuksesannya kelak dalam menjalani kehidupan.

Apa yang jararang kita dengar adalah masih begitu banyak anak-anak yang tidak mampu selamat melewatii masa batita dan masa balitanya, bukan karena bencana alam serius atau karena tidak mendapat kasih sayang orang tua... melainkan terpaksa putus nyawa karena beberapa sebab yang tidak terlihat sebagai hal serius. Misalnya, infeksi.

Sangat mengejutkan, ternyata tiap tahun setidaknya ada 2 juta anak balita (bawah usia lima tahun) meninggal dunia akibat penyakit yang disebabkan infeksi, seperti diare dan pneumonia. Malah, menurut halaman Facebook-nya Lifebuoy (ini alamatnya http://unr.ly/YlES7E) jumlahnya mencapai sekitar 3,5 juta anak di seluruh dunia tiap tahunnya.

Selama ini, aku tidak begitu melihat sisi penting dari iklan-iklan sabun yang mengkampanyekan gerakan cuci tangan, mau sampai melibatkan artis terkenal kek, mau menampilkan ratusan anak-anak yang wajahnya sumringah setelah cuci tangan... sama saja, nggak ngefek. Aku pikir, "halah, halah, iklan perusahaan jual barang sih pakai segala cara supaya kelihatan melakukan CSR."

Ternyata oh ternyata, sama sekali bukan hanya semata demi ja-im perusahaan ngiklanin program CSR mereka. Soalnya, selain penggunaan air bersih dan lain-lain instrumen sanitasi dan higienitas mendasar, tindakan mencuci tangan dengan sabun dapat secar efektif mengurangi resiko infeksi macam diareea dan infeksi pernapassan (si pneumonia dll) tadi. lebih lanjut, meski iklan soal gerakan mencuci tangan yang disponsori produsen sabun baru 3-4 tahun saja aku lihat di televisi Indonesia, ternyata salah satu produsen sabun, itu si Lifebuoy, sudah berusaha melakukan kampanye gerakan ini selama 10 tahun, dengan cara mengajari anak-anak (terutama di daerah yang tinggi tingkat kematian balita akibat penyakit infeksi tadi) untuk terbiasa mencuci tangan dengan sabun, terutama sebelum mereka makan.

Saat ini, kampanye Lifebuouy difokuskan di Thesgora, satu desa di Madya Pradesh, India, yang tercatat sebagai desa dengan angka kematian balita tertinggi akibat diare. Hingga baru-baru ini, jadi suatu hal yang sungguh patut dirayakan bila anak mampu selamat melewati 5 tahun pertamanya. Seperti telihat di veideo yang aku tampilkan ini, si bapak (Gondappa) sampai melakukan upacara ritual jalan dengan menggunakan telapak tangannya (jadi kayak akrobat deh) mulai dari rumahnya di tengah kampung, menyusuri jalan desa, melewati sawah ladang, hingga ke kuil di kaki bukit untuk mengungkapkan rasa syukurnya karena anakya mencapai usia 5 tahun. By the way bus way, seisi desa ikut merayakan momen bersejarah bagi Gondappa: itu pertama kali dari anak-anaknya bisa survive sampai ke tahun ke lima.



Gambarnya indah, cewek kota yang membangun dialog di video ini juga cakepnya bukan main, seperti Arundhati Roy waktu muda.. dan pesan videonya itu loh, miris banget ternyata... sebelum ini, anak-anaknya mati di usia balita. Hadoowgh. Gila juga.

Nah kalau teman-teman sudah liat videonya, aku mohon dukungan untuk nge-like halaman Lifebuoy (http://unr.ly/YlES7E), memang ini desa di India... tapi Lifebuoy sedang juga persiapkan kampanye di Indonesia. Kita belum tahu jumlah anak balita nggak selamat melewati 5 tahun pertamanya karena infeksi di Indonesia, tapi kita bisa bantu mereka dari sekarang.

Mohon "share" dan "like" ya!!!


Wassalaamu'allaikum

Posting ini disponsori oleh Lifebuoy

PS. benar, seperti teman-teman duga bahkan tanpa membaca pernyataan di atas, ini adalah posting bersponsor. Namun demikian, isinya adalah tulisanku, dan himbauannya juga karena aku memang setuju untuk mendukung gerakan ini... well, Aku habiskan 3-4 tahun waktu beberapa tahun lalu untuk jadi relawan bentantas buta huruf dan pendidikan gender di pedalaman Papua, dan juga di desa-desa miskin di Nusa Tenggara Timur ... aku tahu benar program begini bila bisa diwujudkan di daerah tepat akan membawa manfaat bagi generasi mendatang  :)

1 komentar:

Sukran. Berikan komentar Anda di sini. Itu akan membantu kami memperbaiki isi blog, insya Allah. JAK